Internalisasi(internalization)
diartikan sebagai penggabungan atau penyatuan
sikap, standar tingkah laku, pendapat, dan seterusnya di dalam
kepribadian(J.P. Chaplin :
2005).
Reber, sebagaimana dikutip Mulyana
mengartikan internalisasi sebagai menyatunya nilai dalam diri seseorang, atau
dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian keyakinan, nilai, sikap, praktik
dan aturan–aturan baku pada diri seseorang(Mulyana : 2004). Pengertian ini mengisyaratkan bahwa
pemahaman nilai yang diperoleh harus dapat dipraktikkan dan berimplikasi pada
sikap. Internalisasi ini akan bersifat permanen dalam diri seseorang.
Sedangkan Ihsan memaknai internalisasi
sebagai upaya yang dilakukan untuk memasukkan nilai–nilai kedalam jiwa sehingga
menjadi miliknya(Ihsan :
1997). Jadi masalah internalisasi ini
tidak hanya berlaku pada pendidikan agama saja, tetapi pada semua aspek
pendidikan, pada pendidikan pra-sekolah, pendidikan sekolah, pengajian tinggi,
pendidikan latihan perguruan dan lain – lain.
