You enjoy, we are happy and you are addicted

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahlan wa sahlan bi huzhurikum
Selamat datang siapapun di
go..Blog kami KiNaDa's Kitchen, Resto rumahan dengan tawaran masakan kaya rempah, Lezat dan Sehat, melayani pesanan skala rumah tangga maupun hidangan untuk tamu dan rapat-rapat
Yen durung enak ojo dilaporke!!, nanging tulung direview

Rabu, 09 Maret 2022

Selamat Datang, Sugeng Rawuh di KiNaDa's Kitchen Art Culinary, Masakan Tradisi Djawa dengan sajian khas berselera

KiNaDa's Kitchen Art Culinary

Resto rumahan tradisi Djawa dengan sajian khas berselera, lezat, sehat dan  halal
Masakan Tradisi Djawa dengan bumbu rempah yang kompleks,
Masakan kebanggaan kami untuk senyum anda:
1. Bebek Ungkeb, Rica, Oppor, Goreng, Panggang
2. Ayam Kampung/Sayur Ungkeb, Rica, Oppor, Goreng, Panggang
3. Endhas Manyung masakan pilihan Gulay atau Mangut
4. Kepithing Saus Padhang
5. Ingkung Ayam Kampung/Sayur
6. Osheng Cummy Yummy
7. Lele Bumbon siap goreng, Lele Goreng/Panggang
8. Juga melayani Rice Box dan Rice Bowl
9. Ayam Srundeng, Cemilan Kremes Gemess, Sambel kacang, Kacang Goreng
Semua jenis masakan Djawa sesuai request anda
 
Melayani pesanan skala rumah tangga(paket), suguhan tamu dan  rapat-rapat
Pesan H-1
Siap antar COD weleri dan sekitarnya free ongkir

Call Person/WA : 085945986633 - 08174189120 - 087828816978 
Atau pesan langsung via Form Pesanan

Our Pride taste for your smile

Kepithing Saus Padhang


Oppor Ayam Kampung


Rica Ayam/Bebek



Kepithing Saus Padhang


Osheng Cumi Yummy


Gulay Endhas Manyung


Lele Bumbon siap Goreng


Rice Bowl

Rice Box




Lele Panggang




Ayam Srundeng


Kremes Gemess


'Mbel Kacang









Selasa, 22 Januari 2019

Pedagogy Andragogy dan Heutagogy

Dalam pendidikan, dua pendekatan yang telah cukup kita kenal adalah Pedagogy dan Andragogy.
Secara sederhana bisa kita katakan bahwa dalam Pedagogy subjek pendidikan adalah individu berusia kanak-kanak, dan dalam Andragogy subjek pendidikan adalah individu (yang telah dianggap) dewasa. Paling tidak, ini adalah pemahaman termudah yang saya jadikan pegangan tentang kedua pendekatan in.

Namun, ada beberapa hal menarik yang kita temukan saat browsing tentang Pedagogy, yaitu secara historikal, dalam mendidik anak ada 2 peran yang terlibat. Yaitu :
1. Pedagogues (yang berperan memberi supervisi moral; kurang lebih seperti “jika kamu melakukan ini (X), maka itu (Y)” ) –> sepertinya dalam bahasa Indonesia kita sering menggunakan ungkapan pendidikan untuk hal ini.
2. Didaskalos (yang berperan menyampaikan konten / materi ajar). Berbeda dengan pendidikan, sepertinya hal ini lebih kita kenal sebagai pembelajaran.

Yang kita pahami tentang Pedagogy ini, anak tidak diperlukan untuk menyadari bahwa sedang menjalani proses belajar ataupun pendidikan.
Tentang Andragogy, sepertinya Malcom Knowles cukup menginspirasi banyak tulisan dan pengaplikasian tentang pembelajaran pada orang dewasa.
Ciri Andragogy menurut Knowles adalah individu mengambil inisiatif -dengan ataupun tanpa bantuan individu lain- dalam hal-hal berikut :
  1. Mendiagnosa kebutuhan belajar (learning needs) 
  2. Merumuskan tujuan belajar 
  3. Mengidentifikasi resources (baik dalam hal manusia ataupun material) untuk belajar 
  4. Memilih dan mengimplementasikan strategi belajar 
  5. Mengevaluasi hasil belajar

Sepertinya Andragogy merupakan pembelajaran yang dilakukan secara sadar dan cenderung sistematis.

Yang paling menarik, tentu saja Heutagogy ini. Berkenalan dengan istilah ini pun sungguh masih amat baru. Dari referensi yang ditemukan, Heutagogy merupakan pengembangan dari Andragogy. Sense yang kita dapat tentang Heutagogy ini adalah Heutagogy ini sifatnya sangat cair, fleksibel, humanis. Kebetulan referensi yang saya peroleh juga beranjak dari pendekatan yang diperkenalkan Carl Rogers yang memang adalah seorang tokoh yang berpendekatan humanis.
Heutagogy meletakkan titik berat pada pengembangan diri menjadi individu yang utuh dengan berbagai kekayaan potensinya.
Dalam Heutagogy, pengidentifikasian potensi belajar merupakan hal yang sangat dihargai, dan uniknya di dalam Heutagogy adalah proses belajar tidak bergantung pada pengidentifikasian learning needs. Salah satu hal yang diyakini dalam Heutagogy adalah “belajar bersifat alami, seperti hal nya bernafas”. Tidak mesti mematuhi prinsip linear, dan tidak mesti direncakan.

Dalam pandangan Heutagogy, belajar melibatkan kepekaan yang kadang dibahasakan sebagai intuisi. Kepekaan dalam belajar ini membimbing langkah dalam proses belajar sehingga setelah terlihat adanya hasil pembelajaran, individu tergerak untuk melakukan evaluasi.
Prinsip “alami” ini juga mempengaruhi prinsip belajar dalam Heutagogy, yaitu :
  1. Kita akan lebih mudah merasakan belajar ketika pengalaman tersebut dirasa selaras dengan keberadaan diri kita. 
  2. Pengalaman yang dirasa tidak selaras dengan derap diri kita akan mengalami penyaringan sehingga barangakali tidak sempat menyentuh diri kita, terlebih kita tangkap sebagai pembelajaran. Namun, bukan berarti kita tidak akan pernah dapat mempelajari hal baru, karena…. 
  3. Hal-hal yang sebelumnya kita rasa tidak selaras dengan derap diri kita akan tetap dapat “menyentuh” kita jika kita dapat meminimalisir saringan atau filter diri kita.
Jika pemahaman saya tidak terlalu meleset jauh, dua hal utama yang menjadi tujuan Heutagogy adalah kapabilitas dan self-efficacy.

Dalam pemahaman Heutagogy, individu yang kapabel akan lebih mampu untuk secara efektif menghadapi lingkungan yang turbulen.
Untuk dapat mengembangkan diri menjadi individu yang kapabel, kita akan sangat terbantu jika mengusahakan beberapa hal berikut
  1. membangun self-efficacy yang “all-round” 
  2. mengetahui bagaimana cara agar belajar 
  3. merengkuh kreativitas 
  4. mampu memanfaatkan kompetensi diri, baik di situasi yang dirasa istimewa ataupun situasi yang dirasa biasa-biasa saja 
  5. sanggup bekerja sama dengan orang lain
Saat membaca ini sembari juga merenungkan pertanyaan umpan balik tentang disiplin dan motivasi dalam pendekatan Heutagogy. Sepertinya, salah satu keindahan dari Heutagogy ini adalah ketika diri kita telah mengalami “dicolek” oleh pembelajaran akan sesuatu yang menggugah kognisi dan emosi kita, intuisi kita seolah “unjuk gigi” dan mengarahkan ke mana perlu melangkah selanjutnya.
Ketika pengalaman “a-ha!” ini terjadi, maka bisa jadi istilah “disiplin” yang biasanya terasosiasi dengan suatu keteraturan, ketaatan yang cenderung kaku dan saklek mengalami perubahan wujud menjadi lonjakan dan luapan semangat untuk lebih “ngeyel” menggali lebih jauh dari pembelajaran tersebut.
Sehingga dalam Heutagogy, disiplin menjadi suatu energi yang secara alami memberi motivasi dan menggerakkan roda pembelajaran.

Rabu, 09 November 2016

Dari Pedagogi dan Andragogi ke Huetagogi


1.     Belajar Cara Belajar 
Di bidang pendidikan heutgogi (heutagogy), konsep yang pertama kali diciptakan oleh Stewart dari Southern Cross University, merupakan studi tentang belajar yang ditentukan oleh diri pembelajaran sendiri. Gagasan ini adala perluasan dari reinterpretasi andragogi, dan mungkin pembedan itu merupakan “kesalahan” yang sama ketika orang secara kasat mata berusaha membedakan antara pedagogi dan andragogi. Namun, ada beberapa perbedaan antara dua yang menandai salah satu dari yang lain.
Titik tekan heutagogi khusus pada perbaikan belajar cara belajar, dua keluk belajar (double loop learning), kesempatan belajar universal proses non-linear, dan arah sejati diri pelajar. Jika andragogi berfokus pada cara terbaik bagi orang dewasa untuk belajar, heutagogi juga mensyaratkan bahwa inisiatif pendidikan termasuk peningkatan keterampilan, sebenarnya yang belajar itu adalah masyarakat sendiri, mereka belajar cara belajar dan juga belajar mata pelajaran yang diberikan itu sendiri. Pada andragogi fokus pendidikan bersifat terstruktur, sedangkan dalam heutagogi semua konteks pembelajaran dianggap mengkombinasikan dimensi formal dan informal. 

Sabtu, 24 Oktober 2015

Pentingnya Internalisasi nilai-nilai keislaman dan ke Muhammadiyahan dalam Pendidikan di sekolah Muhammadiyah untuk Perkaderan

Internalisasi(internalization) diartikan sebagai penggabungan atau penyatuan  sikap, standar tingkah laku, pendapat, dan seterusnya di dalam kepribadian(J.P. Chaplin : 2005).
Reber, sebagaimana dikutip Mulyana mengartikan internalisasi sebagai menyatunya nilai dalam diri seseorang, atau dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian keyakinan, nilai, sikap, praktik dan aturan–aturan baku pada diri seseorang(Mulyana : 2004). Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pemahaman nilai yang diperoleh harus dapat dipraktikkan dan berimplikasi pada sikap. Internalisasi ini akan bersifat permanen dalam diri seseorang.
Sedangkan Ihsan memaknai internalisasi sebagai upaya yang dilakukan untuk memasukkan nilai–nilai kedalam jiwa sehingga menjadi miliknya(Ihsan : 1997). Jadi masalah  internalisasi ini tidak hanya berlaku pada pendidikan agama saja, tetapi pada semua aspek pendidikan, pada pendidikan pra-sekolah, pendidikan sekolah, pengajian tinggi, pendidikan latihan perguruan dan lain – lain.

Selasa, 26 November 2013

LAZISMU BAPELURZAM WELERI KENDAL TARGETKAN ZAKAT AMWAL 1,5 MILYAR

Gerakan Zakat Amwal(zakat harta terpadu) yang dirintis oleh KH. Abdul Barie Shoim, Rahimahullah sejak tahun tujuh puluhan di Weleri Kendal menunjukkan perkembangan yang pesat ditengarai dengan semakin berkembangnya zakat secara kualitas dan kuantitas. LAZISMU BAPELURZAM (Badan Pelaksana Urusan Zakat Muhammadiyah) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weleri Kendal sebagai pengelolanya dengan mengantongi SK Kementrian Agama RI No. 457 tahun 2002 dan Muhammadiyah memegang erat paradigma bahwa Zakat adalah berhukum Fardhu yang kefardhuannya sama dengan Shalat bahkan khalifah Abu Bakar RA. membuat statement: ”Barang siapa memisahkan shalat dengan Zakat maka Qitalul Murtadin”,

Sabtu, 13 Maret 2010

KENCING

Mungkin, orang yang paling terganggu dengan bau kencing di Es Em Ka Em Siji Ngleri Ngendal adalah bu Wahyuni dan bu Media dikantor BK. Bagaimana tidak, sudah di belakang kantornya tersedia aroma ‘petis’ alias peceren dan pintunya berhadapan langsung dengan arena kencing,.. baunya sembribit pesing-pesing campur legit gimana.. gitu, apa saking nduablegnya yang kencing tidak disiram atau memang sikat cuci jamban WC yang pilih kasih, yang jelas begitu adanya.
"Lhooo.. thole pipis(kencing) sayang." Seorang ibu akan dengan sangat ikhlas dan penuh kasih sayang mencuci(nyeboki) bayinya dan mengganti popok dengan sangat bahagia lantaran si buyung yang sehat karena lancar metabolisme tubuhnya. Bahkan materialnya dihukumi Rasulullah dengan najis ringan (mukhaffaf) untuk bayi laki-laki yang belum genap dua tahun dan tidak mengkonsumsi apa-apa selain ASI, dan bagi ibu-ibu ‘Modern’ kalo gak mau repot ya pasangin 'Diapers', atau di pasang electro-sensor dibawah alas tidurnya, kalo ngompol bellnya yang bengok-bengok, sementara bayinya mesam-mesem. Itu karena kasih sayang ibu kepada bayinya seorang makhluq kecil calon manusia yang belum berdaya baik fisik dan akalnya(kasih sayang yang ikhlas tak terbatas kadang bablas amblas tak terbalas).

Jumat, 12 Maret 2010

KENTUT

Bagaimana Mengenal Kepribadian Seseorang ? Tahukah Anda, ternyata mengetahui sifat-sifat seseorang yang belum kita kenal tidak sesulit yang kita duga. Banyak cara yang bisa dilakukan. Selama ini banyak hal yang dilakukan orang untuk mengukur atau mengetahui sifat dan tabiat seseorang, baik itu lewat gaya bicara, warna atau jenis pakaian yang dikenakan, atau … makanan kesukaannya, bentuk tampangnya, ataupun lewat zodiak/bintangnya, bahkan dengan cara yg canggih seperti melalui MTD Workshop, Management and Organization Profiling dsb. Di bawah ini ada alternatif yang sama sekali lain dari yang lain …. Yaitu dengan cara mengamati sikap kentut seseorang. Ternyata cara kentut seseorang menunjukkan sifat-sifat dan keadaan orang tersebut. Mari kita mencoba, termasuk orang yang bagaimanakah Kita ???

1.
Orang yang Jujur 
Orang yang mengaku kalau habis kentut.

2.
Orang yang Tidak Jujur
Orang yang kalau kentut terus menuduh orang lain.

3.
Orang yang Sabar
Orang yang menahan kentutnya sendiri


4. Orang yang Pede (Percaya Diri)
Orang yg kentutnya kenceng tanpa rasa bersalah

5.
Orang yang Kejam (Sadis)
Orang yang sesudah kentut lantas mengibas-ngibaskan baunya ke orang lain.


6.
Orang yg suka menteror (teroris)
Orang yg kentutnya tak bersuara tapi baunya minta ampuuuun.

7. Orang yang Pemalu
Orang yang kalau kentut tidak bunyi tapi merasa malu sendiri.

8. Orang yang Bodoh
Orang yang sehabis kentut terus menarik nafas dalam-dalam untuk mengganti angin
yang keluar

9.
Orang yang Hemat
Orang yang mencadangkan kentutnya (dikeluarkan sedikit-sedikit)...tiut...tuit...pritt...bruuut


10.
Orang yang Pelit
Orang yang senang mencium kentutnya sendiri.


11.
Orang yang Ramah
Orang yang suka mencium bau kentut orang lain.


12.
Orang yang Kreatif
Orang yang senang kentut di dalam air, biar bisa bunyi "blekuthuk-blekuthuk"


13.
Orang yang Sok Kuat
Orang yang kalau kentut sambil ngeden sekuat-kuatnya.


14.
Orang yang Pintar
Orang yang bisa hafal bau kentut orang lain.


15.
Orang yang Kompetitif
Orang yang kalo kentut nggak mau kalah dengan ketut orang lain


16.
Orang yang Otoriter
Orang yang Memaksa kentutnya keluar walaupun belum waktunya


17.
Orang yang Sial
Orang yang merasa mau kentut tapi ternyata yang keluar …… ampasnya


18.
Orang bingung
Orang yg menahan kentutnya sampai berjam-jam


19.
Orang berwawasan
Orang yang tahu waktu yang terbaik untuk kentut.


20.
Orang sengsara
Orang yang ingin kentut tapi tak boleh kentut...


21.
Orang misteri
Orang yang kalau kentut, orang lain tidak ada yang tahu...


22.
Orang gugup
Orang yang tiba-tiba terkentut bila nervous...


23.
Orang yang strategis
Orang yg menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak biar orang lain
tidak dapat mendengar bunyi kentutnya...

24.
Orang Ilmiyah
Orang yang selalu menghubungkan macam-macam kentut dengan teori...


25.
Orang yang tidak senang bergaul
Orang yang suka kentut bila berkumpul dengan kawan-kawanya.


26.
Orang sakti
Orang kalau kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam.


27.
Orang yang sakit
Orang yang bila batuk dia akan terkentut.


28.
Orang yang pelupa
Orang yang bertanya-tanya bila bau kentut padahal dia sendiri yang kentut.

29.
Orang yang pemalas
Orang yang sudah terasa mau kentut tapi enggan mengeluarkan.

30.
Orang yang disiplin
Orang yang menepati jadwal kentutnya

31. Orang yang artistik
Orang yang bisa membayangkan indahnya kentut


32. Orang yang perfectionis
Orang kentutnya harus seimbang antara suara dan baunya 

33. Orang yang modern
Orang yang bau dan suara kentutnya sesuai dengan zamannya
 

34. Orang yang heroik
Andaikan kentut bisa dibuat senjata untuk bela negara

35. Orang Bucin
Orang yang kentut sambil membayangkan bunga-bunga cintanya

SELAMAT MENCOBA………..!!!

Radione sing duwe Radio

Radione sing duwe Radio
Cem macem tak iye

Sinau Tajwid

THE FINE TARGET

THE FINE TARGET
Call Person

Fishing in Art

Fishing in Art
Mau lihat situasi laut...click gambar